Tuesday, December 6, 2016

FASE PADA REKAYASA PERANGKAT LUNAK


            Pekerjaan yang terkait dengan rekayasa perangkat dapat dikategorikan menjadi 3 buah kategori umum tanpa melihat area dari aplikasi, ukuran proyek perangkat lunak, atau kompleksitas perangkat lunak yang akan dibuat. Setiap fase dialamatkan pada satu atau lebih pertanyaan yang diajukan sebelumnya.

          Fase pendefinisian fokus pada “WHAT” yang artinya harus mencari tahu atau mengidentifikasi informasi apa yang harus diproses, seperti apa fungsi dan performasi yang diinginkan, seperti apa perilaku sistem yang diinginkan, apa kriteria validasi yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sistem.

      Fase pengembangan yang fokus dengan “HOW” yang artinya selama tahap pengembangan perangkat lunak seorang perekayasa perangkat lunak (Software Engineer) berusaha untuk mendefinisikan bagaimana data distrukturkan dan bagaimana fungsi-fungsi yang dibutuhkan diimplementasikan didalam arsitektur perangkat lunak, bagaimana detail prosedural diimplementasikan, bagaimana karakter antarmuka tampilan, bagaimana desain ditranslasikan ke bahasa pemrograman, dan bagaimana pengujian akan dijalankan.

      Fase pendukung (Support Phase) fokus pada perubahan yang terasosiasi pada perbaikan kesalahan (Error), adaptasi yang dibutuhkan pada lingkungan perangkat lunak yang terlibat, dan perbaikan yang terjadi akibat perubahan kebutuhan pelanggan (Customer). Fase pendukung terdiri dari empat tipe perubahan antara lain :
a.       Koreksi (Correction)
Walaupun dengan jaminan kualitas yang terbaik, akan selalu ada kecacatan atau keinginan pelanggan (Customer) yang tidak tertangani oleh perangkat lunak. Pemeliharaan dengan melakukan perbaikan terhadap kecacatan perangkat lunak.
b.      Adaptasi (Adaptation)
Pada saat tertentu lingkungan asli (seperti CPU, sistem operasi, aturan bisnis, karakteristik produk luar) dimana perangkat lunak dikembangkan akan mengalami perubahan.pemeliharaan adaptasi merupakan tahap untuk memodifikasi perangkat lunak guna mengakomodasi perubahan lingkungan luar dimana perangkat lunak dijalankan.
c.       Perbaikan (Enhancement)
Sejalan dengan digunakannya perangkat lunak, maka pelanggan(Customer) atau pemakainya (User) akan mengenali fungsi tambahan yang dapat mendatangkan manfaat. Pemeliharaan perfektif atau penyempurnaan melakukan ekstensi atau penambahan pada kebutuhan fungsional sebelumnya.
d.      Pencegahan (Prevention)
Keadaan perangkat lunak komputer sangat dimungkinkan untuk perubahan. Oleh karena itu, pemeliharaan pencegahan (Preventive) atau sering disebut juga dengan rekayasa ulang sistem (Software Reengineering) harus dikondisikan untuk mampu melayani kebutuhan pemakainya (User). Untuk menanggulangi hal ini maka perangkat lunak harus dirancang dan dikondisikan untu =k mengakomodasi perubahan kebutuhan yang diinginkan oleh pemakainya (User). Dilain sisi biasanya setelah perangkat lunak dikirimkan ke user maka masih dibutuhkan asistensi dan help desk dari pengembang perangkat lunak.

Tantangan yang dihadapi dari proses rekayasa perangkat lunak adalah sebagai berikut :
a.  Tantangan warisan dimana perangkat lunak dikembangkan selama bertahun-tahun oleh orang-orang yang berbeda, hal ini dapat menyebabkan ketidak pahaman atau perubahan tujuan pembuatan perangkat lunak.
b.   Tantangan heterogenitas dimana perangkat lunak harus dapat beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang dengan semakin luasnya lingkungan distribusi perangkat lunak.
c.  Tantangan pengiriman bahwa perangkat lunak dengan sekala besar dan komplek sekalipun dapat sampai ke tangan pelanggan (Customer) atau user dengan cepat dan kualitas yang terjaga

No comments:

Post a Comment