Pekerjaan yang terkait dengan rekayasa perangkat dapat
dikategorikan menjadi 3 buah kategori umum tanpa melihat area dari aplikasi,
ukuran proyek perangkat lunak, atau kompleksitas perangkat lunak yang akan
dibuat. Setiap fase dialamatkan pada satu atau lebih pertanyaan yang diajukan
sebelumnya.
Fase pendefinisian fokus pada “WHAT” yang artinya harus
mencari tahu atau mengidentifikasi informasi apa yang harus diproses, seperti
apa fungsi dan performasi yang diinginkan, seperti apa perilaku sistem yang
diinginkan, apa kriteria validasi yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sistem.
Fase pengembangan yang fokus dengan “HOW” yang artinya selama
tahap pengembangan perangkat lunak seorang perekayasa perangkat lunak (Software
Engineer) berusaha untuk mendefinisikan bagaimana data distrukturkan dan
bagaimana fungsi-fungsi yang dibutuhkan diimplementasikan didalam arsitektur
perangkat lunak, bagaimana detail prosedural diimplementasikan, bagaimana karakter
antarmuka tampilan, bagaimana desain ditranslasikan ke bahasa pemrograman, dan
bagaimana pengujian akan dijalankan.
Fase pendukung (Support Phase) fokus pada perubahan yang
terasosiasi pada perbaikan kesalahan (Error), adaptasi yang dibutuhkan pada
lingkungan perangkat lunak yang terlibat, dan perbaikan yang terjadi akibat
perubahan kebutuhan pelanggan (Customer). Fase pendukung terdiri dari empat
tipe perubahan antara lain :
a. Koreksi
(Correction)
Walaupun dengan jaminan kualitas yang
terbaik, akan selalu ada kecacatan atau keinginan pelanggan (Customer) yang
tidak tertangani oleh perangkat lunak. Pemeliharaan dengan melakukan perbaikan
terhadap kecacatan perangkat lunak.
b. Adaptasi
(Adaptation)
Pada saat tertentu lingkungan asli
(seperti CPU, sistem operasi, aturan bisnis, karakteristik produk luar) dimana
perangkat lunak dikembangkan akan mengalami perubahan.pemeliharaan adaptasi
merupakan tahap untuk memodifikasi perangkat lunak guna mengakomodasi perubahan
lingkungan luar dimana perangkat lunak dijalankan.
c. Perbaikan
(Enhancement)
Sejalan dengan digunakannya perangkat
lunak, maka pelanggan(Customer) atau pemakainya (User) akan mengenali fungsi
tambahan yang dapat mendatangkan manfaat. Pemeliharaan perfektif atau
penyempurnaan melakukan ekstensi atau penambahan pada kebutuhan fungsional
sebelumnya.
d. Pencegahan
(Prevention)
Keadaan perangkat lunak komputer sangat dimungkinkan
untuk perubahan. Oleh karena itu, pemeliharaan pencegahan (Preventive) atau
sering disebut juga dengan rekayasa ulang sistem (Software Reengineering) harus
dikondisikan untuk mampu melayani kebutuhan pemakainya (User). Untuk menanggulangi
hal ini maka perangkat lunak harus dirancang dan dikondisikan untu =k
mengakomodasi perubahan kebutuhan yang diinginkan oleh pemakainya (User). Dilain
sisi biasanya setelah perangkat lunak dikirimkan ke user maka masih dibutuhkan
asistensi dan help desk dari pengembang perangkat lunak.
Tantangan yang dihadapi
dari proses rekayasa perangkat lunak adalah sebagai berikut :
a. Tantangan
warisan dimana perangkat lunak dikembangkan selama bertahun-tahun oleh orang-orang
yang berbeda, hal ini dapat menyebabkan ketidak pahaman atau perubahan tujuan
pembuatan perangkat lunak.
b. Tantangan
heterogenitas dimana perangkat lunak harus dapat beradaptasi dengan teknologi
yang terus berkembang dengan semakin luasnya lingkungan distribusi perangkat
lunak.
c. Tantangan
pengiriman bahwa perangkat lunak dengan sekala besar dan komplek sekalipun
dapat sampai ke tangan pelanggan (Customer) atau user dengan cepat dan kualitas
yang terjaga
No comments:
Post a Comment